Telinga Berdenging Terus? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Telinga Berdenging Terus? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Telinga berdenging terus bisa terasa mengganggu, terutama ketika suasana sepi atau menjelang tidur. Bunyi yang muncul tidak selalu berupa denging; sebagian orang mendengar desis, dengung, siulan, atau suara seperti mesin. Keluhan ini dikenal sebagai tinnitus.

Tinnitus bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala yang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi. Banyak kasus tidak menandakan masalah berbahaya, tetapi denging yang menetap tetap perlu diperhatikan. Terlebih jika muncul mendadak, hanya terasa di satu telinga, atau disertai perubahan pendengaran.

Apa Itu Tinnitus?

Tinnitus adalah persepsi suara tanpa adanya sumber suara dari luar. Keluhan dapat muncul pada satu atau kedua telinga, terasa sesekali maupun terus-menerus, serta memiliki tingkat kenyaringan yang berbeda. Pada beberapa orang, bunyinya mengikuti irama denyut nadi, yang disebut tinnitus berdenyut atau pulsatif.

Dampaknya juga beragam. Ada yang hanya menyadarinya saat ruangan sunyi, sementara orang lain mengalami sulit tidur, susah berkonsentrasi, atau kecemasan. Beratnya gangguan tidak selalu sejalan dengan kerasnya suara yang dirasakan.

Penyebab Telinga Berdenging Terus

1. Paparan suara keras dan gangguan pendengaran

Konser, mesin industri, ledakan, atau penggunaan earphone dengan volume tinggi dapat memengaruhi struktur sensitif di telinga dalam. Denging setelah paparan suara keras bisa bersifat sementara, tetapi paparan berulang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Tinnitus juga sering menyertai penurunan pendengaran akibat pertambahan usia.

2. Kotoran telinga atau masalah telinga tengah

Kotoran telinga yang menyumbat, infeksi, atau penumpukan cairan di telinga tengah dapat mengubah penghantaran suara dan memicu denging. Keluhan mungkin disertai telinga terasa penuh, nyeri, atau pendengaran berkurang. Penyebabnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan, bukan dengan mengorek telinga sendiri.

3. Efek obat tertentu

Beberapa obat dapat memicu atau memperberat tinnitus, misalnya aspirin dosis tinggi, antibiotik tertentu, serta sebagian obat kemoterapi. Risikonya bergantung pada jenis obat, dosis, dan kondisi pasien. Jangan menghentikan obat resep secara mendadak. Diskusikan keluhan dengan dokter agar manfaat, risiko, dan pilihan pengobatan dapat dievaluasi.

4. Gangguan rahang dan kondisi lainnya

Gangguan sendi rahang atau kebiasaan menggemeretakkan gigi dapat berhubungan dengan tinnitus. Penyakit Ménière juga dapat menyebabkan denging bersama vertigo, rasa penuh di telinga, dan pendengaran yang naik turun. Sementara itu, tinnitus yang mengikuti denyut nadi dapat berkaitan dengan aliran darah dan membutuhkan evaluasi khusus.

Stres dan kurang tidur dapat membuat denging terasa lebih menonjol. Namun, keluhan tidak boleh langsung dianggap semata-mata akibat kecemasan tanpa menilai kemungkinan penyebab lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera mencari pertolongan medis

Datang ke fasilitas kesehatan hari itu juga jika tinnitus disertai penurunan pendengaran mendadak, terutama jika terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Kondisi ini kadang terasa seperti telinga tersumbat dan dapat terjadi tanpa nyeri. Pemeriksaan cepat, idealnya dalam 24 jam, penting karena sebagian penyebab membutuhkan penanganan segera.

Pergi ke instalasi gawat darurat jika denging disertai tanda berikut:

  • Wajah mencong, kelemahan anggota tubuh, bicara pelo, atau gejala saraf baru lainnya.
  • Vertigo berat yang muncul mendadak, terutama sampai sulit berdiri atau berjalan.
  • Sakit kepala mendadak yang sangat hebat atau gangguan penglihatan baru.
  • Gejala setelah cedera kepala yang disertai penurunan kesadaran, perdarahan, atau cairan keluar dari telinga.

Buat janji pemeriksaan tanpa menunda terlalu lama

Periksakan diri ke dokter atau dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT) jika denging menetap, berulang, semakin berat, atau mengganggu tidur dan aktivitas. Pemeriksaan juga penting bila keluhan hanya terjadi pada satu telinga, disertai pendengaran yang perlahan menurun, nyeri, atau cairan dari telinga.

Denging yang mengikuti irama nadi perlu diperiksa secepatnya, meskipun tidak nyeri. Keluhan ini tidak selalu berbahaya, tetapi penyebabnya berbeda dari tinnitus biasa dan terkadang berkaitan dengan pembuluh darah.

Apa yang Akan Diperiksa Dokter?

Dokter akan menanyakan kapan keluhan dimulai, sisi telinga yang terkena, karakter bunyi, riwayat paparan bising, serta obat dan suplemen yang digunakan. Pemeriksaan telinga dilakukan untuk melihat sumbatan, infeksi, atau perubahan pada gendang telinga.

Tes pendengaran atau audiometri sering membantu menilai adanya gangguan pendengaran. Pemeriksaan tambahan, termasuk pencitraan, dipilih berdasarkan temuan, misalnya pada tinnitus berdenyut atau keluhan satu sisi tertentu. Tidak semua pasien memerlukan CT scan atau MRI.

Cara Mengurangi Gangguan Tinnitus dengan Aman

Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan dampaknya. Sambil menunggu pemeriksaan, beberapa langkah berikut dapat membantu:

  1. Kurangi paparan bising. Turunkan volume earphone, ambil jeda, dan gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan sangat bising.
  2. Gunakan suara latar yang lembut. Kipas angin, suara hujan, atau musik pelan dapat membuat denging kurang menonjol saat beristirahat. Hindari volume keras untuk menutupinya.
  3. Jaga rutinitas tidur dan kelola stres. Jadwal tidur teratur, aktivitas fisik, serta latihan relaksasi dapat membantu mengurangi dampak keluhan.
  4. Hindari mengorek telinga. Cotton bud atau benda lain dapat mendorong kotoran lebih dalam dan melukai liang telinga.
  5. Catat pemicu pribadi. Jika kafein atau alkohol tampak memperburuk keluhan, coba kurangi dan amati polanya. Tidak semua orang harus menghindarinya sepenuhnya.

Bila terdapat gangguan pendengaran, alat bantu dengar dapat membantu sebagian pasien. Terapi perilaku kognitif juga dapat mengurangi tekanan emosional dan gangguan aktivitas akibat tinnitus, meskipun tidak selalu menghilangkan bunyinya. Hindari mengandalkan suplemen yang menjanjikan kesembuhan karena bukti manfaatnya belum kuat.

Intinya, telinga berdenging terus tidak selalu berbahaya, tetapi jangan diabaikan. Kenali gejala penyerta dan lakukan pemeriksaan sesuai tingkat urgensinya agar penyebab yang dapat ditangani tidak terlewat.