Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan. Informasi dalam artikel ini tidak dapat menggantikan konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan berwenang.
Pernahkah Anda mengalami situasi di mana tubuh Anda terasa sangat dingin hingga menggigil, padahal saat dahi disentuh, suhunya justru sangat panas? Kondisi ini sering kali membingungkan dan menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak orang.
Secara logika, kita mungkin berpikir bahwa saat suhu tubuh meningkat, kita seharusnya merasa gerah atau kepanasan. Namun, dalam dunia medis, fenomena merasa dingin saat demam adalah respon biologis yang sepenuhnya normal dan sangat umum terjadi.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita saat fenomena ini berlangsung? Artikel ini akan mengupas tuntas secara medis mengenai alasan kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam, mekanisme biologis di baliknya, hingga cara penanganan yang tepat.
Memahami Mekanisme Demam dan Termostat Tubuh
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu terlebih dahulu memahami bagaimana tubuh manusia mengatur suhunya. Tubuh kita memiliki sistem pengaturan suhu internal yang sangat canggih dan bekerja secara otomatis setiap hari.
Suhu tubuh normal manusia umumnya berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius. Pusat kendali dari seluruh pengaturan suhu ini berada di sebuah bagian kecil di otak yang disebut dengan hipotalamus.
Peran Hipotalamus sebagai Pengatur Suhu
Hipotalamus berfungsi layaknya termostat atau pengatur suhu di dalam rumah. Bagian otak ini bertugas memastikan bahwa suhu tubuh inti tetap berada pada tingkat yang optimal agar organ-organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.
Ketika tubuh dalam kondisi sehat, hipotalamus menetapkan titik setel (set point) suhu tubuh pada angka normal, yaitu sekitar 37 derajat Celsius. Jika suhu lingkungan sekitar dingin, hipotalamus akan mengirim sinyal agar tubuh menghasilkan panas, begitu pula sebaliknya.
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Mengalami Demam?
Demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala atau tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang aktif berjuang melawan ancaman. Ancaman ini bisa berupa infeksi virus, bakteri, parasit, atau adanya peradangan di dalam tubuh.
Saat terjadi infeksi, sel-sel imun kita akan melepaskan zat kimia khusus yang disebut pirogen. Zat pirogen inilah yang kemudian berjalan melalui aliran darah menuju otak dan memberikan sinyal kepada hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh.
Kenapa Suhu Tubuh Terasa Dingin Padahal Sedang Demam?
Ketika pirogen mencapai otak, hipotalamus akan menaikkan titik setel suhu tubuh, misalnya dari yang semula 37 derajat Celsius menjadi 39 derajat Celsius. Perubahan mendadak inilah yang menjadi jawaban utama kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam.
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai proses biologis yang terjadi saat fenomena ini berlangsung:
1. Pergeseran Titik Setel (Set Point) Suhu Tubuh
Saat hipotalamus menaikkan titik setel suhu tubuh menjadi 39 derajat Celsius, suhu tubuh Anda saat itu mungkin masih berada di angka normal 37 derajat Celsius. Perbedaan angka ini membuat otak mendeteksi bahwa tubuh Anda saat ini sedang "kedinginan" karena belum mencapai target suhu yang baru.
Akibatnya, otak akan mengirimkan sinyal darurat ke seluruh tubuh bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak panas untuk mencapai target 39 derajat Celsius tersebut. Inilah alasan utama kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam tinggi.
2. Kontraksi Otot dan Respon Menggigil
Setelah otak menganggap tubuh dalam kondisi dingin, otak akan memicu mekanisme pertahanan untuk menghasilkan panas dengan cepat. Salah satu cara tercepat yang dilakukan tubuh adalah dengan membuat otot-otot berkontraksi secara cepat dan berulang.
Kontraksi otot yang cepat ini kita kenal dengan istilah menggigil. Aktivitas fisik dari otot yang menggigil ini menghasilkan energi panas yang membantu menaikkan suhu tubuh inti agar sesuai dengan titik setel baru yang diinginkan oleh hipotalamus.
3. Penyempitan Pembuluh Darah (Vasokonstriksi)
Selain membuat Anda menggigil, otak juga akan memerintahkan pembuluh darah di dekat permukaan kulit untuk menyempit (vasokonstriksi). Proses ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah panas tubuh yang hilang atau terbuang ke udara luar melalui kulit.
Karena aliran darah ke permukaan kulit berkurang, kulit Anda—terutama pada bagian tangan dan kaki—akan terasa dingin saat disentuh dan tampak lebih pucat. Hal ini semakin memperkuat sensasi dingin yang Anda rasakan dari dalam tubuh.
Penyebab Umum di Balik Kondisi Demam dan Menggigil
Setelah mengetahui kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam, penting juga bagi kita untuk mengetahui apa saja faktor pemicu yang membuat hipotalamus menaikkan suhu tubuh tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:
Infeksi Bakteri dan Virus
Infeksi adalah penyebab paling umum dari demam yang disertai dengan sensasi dingin atau menggigil. Beberapa contoh infeksi yang sering memicu kondisi ini antara lain:
- Flu (Influenza): Infeksi virus pada saluran pernapasan yang sering kali datang mendadak dengan gejala demam tinggi dan menggigil.
- Demam Berdarah Dengue (DBD): Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam tinggi fase awal yang disertai tubuh menggigil.
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada sistem kemih yang sering kali menyebabkan demam tinggi dan tubuh terasa dingin.
- Malaria: Penyakit infeksi parasit yang memiliki gejala khas berupa siklus demam, menggigil parah, dan berkeringat.
Efek Samping Imunisasi atau Vaksinasi
Demam ringan hingga sedang yang disertai rasa dingin juga sering terjadi setelah seseorang menerima vaksinasi. Kondisi ini adalah respon imun yang normal dan menunjukkan bahwa tubuh sedang belajar membangun antibodi terhadap antigen yang diberikan.
Penyakit Autoimun dan Inflamasi
Beberapa kondisi non-infeksi juga dapat memicu peningkatan suhu tubuh dan sensasi dingin. Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis dapat menyebabkan peradangan kronis yang merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh.
Gejala atau Tanda-Tanda yang Menyertai
Saat seseorang merasakan kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam, kondisi tersebut biasanya tidak datang sendirian. Ada beberapa gejala penyerta yang umumnya dirasakan oleh penderita, antara lain:
- Kulit terasa dingin dan pucat: Terutama pada area ujung jari tangan dan kaki akibat penyempitan pembuluh darah periferal.
- Merinding (Piloereksi): Bulu kuduk berdiri sebagai upaya alami tubuh untuk memerangkap lapisan udara hangat di dekat kulit.
- Sakit kepala dan nyeri otot: Akibat pelepasan zat-zat peradangan (sitokin) di dalam tubuh selama proses melawan infeksi.
- Lemas dan hilangnya nafsu makan: Tubuh mengalihkan energinya dari aktivitas fisik dan pencernaan untuk fokus melawan agen penyebab infeksi.
Cara Pencegahan dan Pengelolaan Demam secara Umum
Mengetahui kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam membantu kita untuk tidak panik dan melakukan tindakan penanganan yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah pengelolaan yang dianjurkan secara medis:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Saat suhu tubuh meningkat, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan melalui penguapan kulit dan pernapasan. Minumlah air putih, sup hangat, atau cairan elektrolit dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk demam.
2. Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Longgar
Meskipun Anda merasa sangat dingin, hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal atau menggunakan selimut berlapis-lapis secara berlebihan. Menggunakan selimut tebal justru akan memerangkap panas di dalam tubuh dan membuat suhu tubuh Anda melonjak semakin tinggi ke tingkat yang berbahaya.
Gunakan satu lembar selimut tipis yang nyaman hanya untuk mengurangi rasa dingin yang mengganggu, dan segera lepaskan saat tubuh mulai terasa hangat atau berkeringat.
3. Kompres dengan Air Hangat, Bukan Air Dingin
Banyak orang salah kaprah dengan mengompres dahi menggunakan air dingin atau es saat demam. Mengompres dengan air dingin justru akan membuat hipotalamus mendeteksi bahwa tubuh bagian luar sedang kedinginan, sehingga otak akan menaikkan suhu tubuh lebih tinggi lagi.
Kompreslah bagian tubuh seperti dahi, ketiak, atau lipatan paha menggunakan kain yang dibasahi air hangat (suam-suam kuku). Air hangat akan membantu melebarkan pembuluh darah dan memberikan sinyal kepada otak bahwa suhu luar sudah cukup hangat, sehingga otak akan mulai menurunkan titik setel suhu tubuh.
4. Konsumsi Obat Pereda Demam yang Tepat
Jika demam dan rasa dingin terasa sangat mengganggu, Anda dapat mengonsumsi obat pereda demam (antipiretik) yang dijual bebas seperti parasetamol. Obat ini bekerja langsung pada hipotalamus untuk membantu menurunkan kembali titik setel suhu tubuh ke batas normal.
Pastikan Anda selalu membaca petunjuk dosis pemakaian yang tertera pada kemasan obat, atau konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter.
Kapan Harus Segera Pergi ke Dokter?
Meskipun merasa dingin saat demam adalah hal yang lumrah, ada beberapa kondisi tertentu di mana demam dan menggigil memerlukan penanganan medis segera dari dokter. Anda harus segera mencari bantuan medis jika menemui tanda-tanda berikut:
- Demam tinggi mencapai angka 39,4 derajat Celsius atau lebih pada orang dewasa, yang tidak kunjung turun setelah diberikan obat penurun panas.
- Demam terjadi pada bayi berusia di bawah 3 bulan dengan suhu rektal mencapai 38 derajat Celsius atau lebih.
- Demam yang berlangsung terus-menerus selama lebih dari tiga hari berturut-turut tanpa adanya perbaikan gejala.
- Demam disertai dengan gejala serius lainnya, seperti sesak napas, nyeri dada, kaku pada leher, kebingungan mental, atau kejang.
- Terdapat tanda-tanda dehidrasi berat, seperti buang air kecil yang sangat sedikit, urine berwarna sangat gelap, mulut sangat kering, dan lemas yang ekstrem.
Kesimpulan
Fenomena kenapa suhu tubuh terasa dingin padahal sedang demam adalah hasil dari mekanisme pertahanan tubuh yang diatur oleh otak kita. Saat sistem imun mendeteksi adanya infeksi, hipotalamus akan menaikkan standar suhu tubuh agar bakteri atau virus tidak dapat bertahan hidup.
Karena suhu tubuh inti kita belum mencapai target baru tersebut, otak mengirimkan sinyal dingin yang memicu respon menggigil dan penyempitan pembuluh darah luar untuk menghasilkan dan mempertahankan panas tubuh.
Langkah penanganan terbaik saat mengalami kondisi ini adalah dengan tetap terhidrasi, beristirahat secara cukup, menggunakan pakaian yang nyaman, memberikan kompres hangat, dan mengonsumsi obat penurun demam bila diperlukan. Selalu waspadai tanda-tanda bahaya dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kondisi tubuh tidak kunjung membaik.












